Hati-hati berjanji kalau tak bisa menepati. Hati-hati bicara kalau tak bisa mempertanggung jawabkan. Karena disinilah letak kepercayaan seseorang kepadamu.
Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam terkenal dengan sifat al-aminnya, dapat dipercaya. Karena beliau tak pernah berkata bohong. Beliau tak pernah ingkar janji.
Apa ciri-ciri kemunafikan, dalam hadits disebutkan 3. Salah satunya jika berjanji tak ditepati. Ya, olehnya, jangan sering mengumbar janji. Terlalu sering mengumbar, berat pula pertanggungjawabannya. Salah sedikit, kepercayaan seseorang bisa hilang. Dan taukah kalian bagaimana perasaan seseorang yang engkau beri janji tapi tak kau tepati? Dan cobalah berada di posisinya, bagaimana yang Anda rasa begitupula yang ia rasa.
Jangan mengumbar janji kalau tidak bisa menepati, kawan. Jika memang kita merasa tak bisa menepati, cobalah tuk katakan kepada orang yang bersangkutan. Ya, cobalah tuk katakan daripada kawan dosa sendiri karena mengumbar janji. Pasti kepercayaan orang pada kita telah luntur atau hilang. Makanya kawan, jangan terlalu sering mengumbar janji. Bukankah engkau pernah mendengar ’mulutmu harimaumu’. Ya, janji itu keluar dari mulut kita (walau kadang pula hanya berupa tulisan). Tapi taukah kamu kawan? 1 kata saja yang keluar dari mulut kita akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Apakah kita pernah memikirkannya kawan? Jika memang tak pernah, maka mari... Mulai saat ini, kita berjanji pada diri kita. Ya, berjanji dulu pada diri kita untuk tidak sering mengumbar janji pada orang. Mari kawan, kita mulai dari sekarang untuk tidak mengumbar janji. Agar tak banyak yang tersakiti dengan janji kita.
Ket ; MENGUMBAR JANJI TETAPI TIDAK BISA DITEPATI ITU DOSA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar